MANFAAT DAN BUDIDAYA
TANAMAN KOPI
KARYA TULIS
Diajukan Untuk Melengkapi Salah Satu Persyaratan Mengikuti
Ujian Nasional Basis
Komputer (UNBK) / Ujian Sekolah (US)
Madrasah Aliyah Nuurul Haq
Rumbia
Tahun Pelajaran 2017/2018
Disusun Oleh :
NAMA : DEWI NURHIDAYATI
NIS/NISN : 165 /0007836868
KELAS : XII (Dua Belas)
PROGRAM : Matematika Ilmu Pengetahuan
Alam (MIPA)

MADRASAH ALIYAH NUURUL HAQ
BINAKARYA PUTRA KECAMATAN RUMBIA
KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
TP.2017/2018
PENGESAHAN
Judul Karya Tulis : MANFAAT DAN BUDIDAYA TANAMAN KOPI
Nama Siswa : DEWI
NURHIDAYATI
NIS/NISN :
165 /0007836868
Kelas
:
XII
Program
:
Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA)
Telah
diterima dan disahkan
Pada
Tanggal:
Penguji
ROMI NUGROHO NOTO S.,
S.Si
|
Pembimbing
ASMAWATI, S.Pd
|
|
Mengesahkan
|
||
Kepala
MAN 1 Lam-Teng
Drs.AR.H. AMINULLAH,M.M
NIP: 19580205 198503 1 013
|
Kepala
MA Nuurul Haq
Hi. SRIYONO, S.Pd.I
|
|
Nilai Karya Tulis : (A/B/C/D)
PENGUJIAN
Judul Karya Tulis : MANFAAT DAN BUDIDAYA TANAMAN KOPI
Nama Siswa :
DEWI NURHIDAYATI
NIS/NISN :
165 /0007836868
Kelas
:
XII
Program : Matematika
Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA)
Di Uji tanggal : 15 Januari 2018
Penguji
ROMI NUGROHO NOTO S., S.Si
MOTTO
يُنْبِتُ لَكُمْ بِهِ
الزَّرْعَ وَالزَّيْتُوْنَ وَالنَّخِيْلَ وَالْأَعْنَابَ وَمِنْ كُلِّ
الثَّمَرَاتِ ۗ اِنَّ فِيْ ذَلِكَ
لَأَيَةً لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُوْنَ
“Dia menurunkan bagi kamu dengan air hujan
itu tanaman-tanaman; zaitun, korma, anggur, dan segala macam buah-buahan.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah)
kaum yang memikirkan
(Q.S An.Nahl (16):11)
RIWAYAT HIDUP
1.
Nama :
DEWI NURHIDAYATI
2. NIS/NISN : 165 /0007836868
3. TTL : Binakarya Utama, 23 Desember
1999
4. Agama : Islam
5. Jenis Kelamin :
Perempuan
6. Nama
Orang Tua :
Ayah
: Muksin
Ibu : Sayi Fatmawati
7. Alamat
: Binakarya Utama
8. Pendidikan
:
Sekolah
Dasar : SD N 1 Binakarya Utama
SMP : MTs Nuurul Haq
MA :
MA Nuurul Haq
9. Hobby : Menyanyi
10. Cita-cita
: Bidan
11. Kesan : 3 tahun sudah sekolah ini menjadi bagian dari
hidupku,
tidak bagiku untuk melupakan beribu kenangan terukir
indah dihati dan fikiranku. Disinilah kutemukan banyak sahabat yang setia
menemani disuka dan dukaku. Semoga silaturahmi diantara kita tidak berakhir
setelah kita berpisah. Namun, waktu terasa semakin berlalu, tinggalkan cerita
tentang kita semua, mau tidak mau saya harus meninggalkan sekolah ini untuk
menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi untuk itu saya mohon doa restu dari
bapak/Ibu guru agar saya berhasil dan sukses untuk meraih cita-cita saya menjadi
seorang bidan.
12. Pesan : buat adik kelasku jadikan
sekolah kita menjadi sekolah
yang maju dan nomer 1, tunjukan perilaku mulia kalian
disekolah dan juga nama baik sekolah kita dipandangan masyarakat. Belajarlah
yang rajin, patuhi aturan yang ada, dan hormati guru-guru yang ada disekolah.
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur
penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik
serta hidayahnya kepada penulis. Sehingga Sehingga penulis dapat menyusun karya
tulis dengan judul “Manfaat dan Budidaya
Tanaman Kopi”, karya
tulis ini disusun sebagai salah satu
syarat mengikuti UN/US Madrasah Aliyah Nuurul Haq Tahun Pelajaran 2017/2018
Penulis
mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis
sehingga penulis dapat menyusun karya tulis ini diantaranya adalah:
1. Bapak
Drs. H. AR. Aminullah, M.M Selaku Kepala Sekolah MAN 1 Lampung Tengah
2. Bapak Hi.Sriyono, S.Pd.I selaku kepala Madrasah Aliyah Nuurul Haq Binakarya Putra Rumbia
3. Bapak Kyai Azi Ali Tasa
Selaku Ketua Panitia
4. Bapak Romi Nugroho Noto S.,
S.Si selaku penguji karya tulis
5. Ibu Asmawati, S.Pd
selaku pembimbing.
6. Ibu Asmawati, S.Pd selaku
wali kelas XII (Dua Belas MIPA)
7. Bapak
/Ibu dewan guru serta stap tata usah Madrasah Aliyah Nuurul Haq
Rumbia.
8. Kedua orang tua penulis
yang begitu ikhlas dan rela dalam biaya pendidikan.
Penulis
menyadari bahwa dalam penyusunan karya tulis ini masih jauh dari kesempurnaan,
untuk itu kritik dan saran yang bersifat
membangun sangat penulis harapkan demi untuk menyusun
karya tulis yang lebih baik.
Semoga
karya tulis yang penulis buat dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan
semoga atas bantuan yang telah di berikan kepada penulis akan mendapat balasan
dari allah SWT, Amin.
Binakarya Putra, 20 Nopember 2017
Penulis
Dewi Nurhidayati
NISN. 0007836868
DAFTAR
ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL .................................................................................. i
HALAMAN
PENGESAHAN .................................................................... ii
HALAMAN PENGUJIAN ........................................................................ iii
MOTTO
....................................................................................................... iv
DAFTAR
RIWAYAT HIDUP ................................................................. v
KATA
PENGANTAR ............................................................................... vi
DAFTAR ISI .............................................................................................. viii
DAFTAR
GAMBAR .................................................................................. x
BAB. 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah ............................................................ 1
1.2
Rumusan
Masalah ...................................................................... 4
1.3
Tujuan Penelitian ........................................................................ 4
BAB. II TINJAUAN
2.1 Sejarah Budidaya
Penanaman dan Perdagangannya ......... 5
BAB.
III PEMBAHASAN
3.1 Manfaat Kopi............................................................................... 9
3.2 Manfaat Kopi Bagi Kecantikan................................................. 10
3.3 Macam-macam kopi.................................................................... 10
3.4 Cara memperbanyak tanaman kopi.......................................... 14
3.5 Cara Pengendalian Hama dan penyakit yang menyerang
tanaman kopi 6
BAB.IV PENUTUP
4.1
Kesimpulan .................................................................................. 21
4.2
Saran ............................................................................................ 21
4.3
Penutup......................................................................................... 21
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR GAMBAR
GAMBAR
1 Pohon Tanaman Kopi
GAMBAR
2 Gambar Kopi Luar dan Dalam
GAMBAR
3 Olahan Biji Kopi (masker wajah)
BAB
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kopi (coffea SPP) adalah species tanaman berbentuk pohon yang termasuk
dalam family Rubiaceae dan genus coffea. Tanaman ini tumbuhnya tegak, bercabang,
dan bila dibiarkan tumbuh dapat mencapai 12 m. Daunya bulat telur dengan ujung
agak meruncing. daun tumbuh berhadapan-berhadapan pada batang, cabang dan
ranting-rantingnya. Kopi mempunyai sistem percabangan yang agak berbeda dengan
tanaman lain. Tanaman ini mempunyai beberapa jenis cabang yang sifat dan fungsinya berbeda.
Tanaman kopi (coffea) Merupakan
komoditas ekspor unggulan yang di kembangkan di Indonesia kerena mempunyai
nilai ekonomis yang relatif tinggi dipasaran dunia. Pemanfaatan kopi indonesia
dari waktu ke waktu terus meningkat karena seperti kopi Robusta mempunyai
keunggulan bentuk yang cukup kuat serta
kopi Arobika mempunyai karakteristik cita rasa ( acidity, aroma flavour ) yang unik dan ekselen
Kopi merupakan salah satu hasil
komoditi perkebunan yang memiliki memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi
diantara tanaman perkebunan yang lainnya dan berperan penting sebagai sumber
devinisi Negara. Kopi tidak hanya berperan penting sebagai sumber devinisi
melainkan juga merupakan sumber penghasilan bagi manusia tidak kurang dari satu
setengah juta jiwa petani kopi diindonesia ( Rahardjo.2012 )
Kopi termasuk kelompok tanaman
semak belukar dengan gennus coffea. Kopi termasuk kedalam family Rubiaceae. Subfamili
Ixoroideae dan suku coffea. Seorang bernama Linneaus merupakan orang yang
pertama mendeskripsikan spesies kopi ( coffea Arabica ) pada tahun 1953.
Menurut Baridson dan Vercourt
pada tahun 1988, kopi dibagi menjadi dua genus yakni coffea dan psilanthus.
Genus coffea terbagi menjadi dua sub genus yakni coffea dan baracoffea.
Subgenus coffea terdiri dari 88 spesies. Sementari itu sub genus baracoffea
terdiri dari 7 spesies. Berdasarkan geografik ( tempat tumbuh) dan rekayasa
genetik, kopi dapat dibedakan menjadi lima. Kopi yang berasal dari Ethiopia,
madagaskar serta Benua Afrika bagian barat, tengah timur ( Andre Illy dan
Rinantonia Viani, 2005).
Dalam hal perkopian di
Indonesia kopi rakyat memegang peranan yang penting, mengingat sebagian besar
(93%) produksi kopi merupakan kopi rakyat. Namun demikian kondisi pengelolaan
usaha tani pada kopi rakyat relatif masih kurang baik dibandingkan kondisi
perkebunan besar Negar (PBN). Ada dua permasalahan utama yang diidentifikasi
pada perkebunan kopi rakyat, yaitu rendahnya produktivitas dan mutu hasil yang
kurang memenuhi syarat untuk diekspor. Di Sulawesi Selatan berdasarkan data
statistik dinas perkebunan provinsi Sulawesi Selatan tahun 2008, luas areal pertanian kopi arabika
sebesar 47.181.46 ha yang melibatkan
65.178 kk petani dengan total produksi hanya sebesar 19.384.69 ton, karena produktivitasnya
yang masih sangat rendah yaitu hanya sebesar 636,24 kg /ha/tahun , sementara
potensi produksinya dapat mencapai 1.500 kg/ha/tahun. Demikian halnya dengan
kabupaten Enrekeng yang merupakan salah satu daerah penghasil kopi Arabika di
Sulawesi Selatan dari luas areal sebesar 11.384 ha dengan jumlah petani
sebanyak 648,48 kg/ha/tahunnya.
Rendahnya produktivitas kopi
diantaranya disebabkan adanya serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT).
Berdasarkan jenis OPT yang menyerang tanaman kopi di Sulawesi Selatan adalah
hama penggerak buah (Hypothenemus hampei ferr.,) penggerak batang (Zeuzera SP),
penggerak cabang (Xylosandrus SPP.), kutu hijau (Cocus Viridis), kutu putih
(Ferrisia Virgata), penyakit karat daun (Hemileia Vastatrix), Corcospora SP.,
embun jelaga dan busuk buah kopi serta terkhir yang disebabkan oleh nematode.
Penyakit busuk buah menyebabkan
kerugian serius telah dilaporkan pertama kali dari Kenya, sebesar 75 %
dibeberapa perkebunan. Penyakit ini menyebabkan matinya tanaman kopi di
beberapa daerah di Kenya dan Ethiopia. Di daerah lain, kerugian dapat mencapai
80% perkiraan konservatif lebih dari kerugian yang terjadi di Kenya adalah 20
%.
Busuk buah juga dilaporkan
menyerang perkebunan kopi milik masyarakat dikabupaten Humbang Hasundutan
(Humbahas) Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Akibatnya jumlah hasil produksi
mengalami penurunan hingga 30 %, juga sangat meresahkan para petani kopi di
daerah itu.
Oleh karena itu untuk
memperoleh biji kopi yang bermutu baik maka diperlukan penanganan pasca panen
yang tepat dengan melakukan setiap tahapan secara besar. Proses pengeringan
merupakan salah satu tahapan yang penting dalam pemrosesan biji kopi untuk
menghasilkan biji kopi yang berkualitas.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Bagaimana sejarah kopi?
2.
Apa manfaat kopi?
3.
Apa saja macam-macam kopi?
4.
Bagaimana cara memperbanyak
tanaman kopi?
5.
Bagaimana cara budidaya tanaman
kopi?
6.
Hama dan penyakit apa yang
menyerang kopi?
1.3 Tujuan Penelitan
1.
Mengetahui sejarah kopi
2.
Mengetahui manfaat kopi
3.
Mengetahui macam-macam kopi
4.
Mengetahui cara memperbanyak
tanaman kopi
5.
Mengetahui apa budidaya tanaman
kopi
6.
Mengetahui hama dan penyakit
yang menyerang kopi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Sejarah Budidaya Penanaman Kopi dan Perdagangannya
Sejarah budidaya penanaman kopi
dan perdagangannya bermula dari Semenandung Arab. Sepanjang abad 15 dan 16 kopi
telah ditanam, dipanen dan diperdagangkan untuk dikonsumsi di seluruh tanah Mesir, Siria dan Turki.
Dalam kurun waktu itu Yemen merupakan penghasil utama kopi dan bangsa arab
dengan seksama menjaga perkebunan kopi yang makin bernilai.
Pada saat itu kopi menjadi
minuman utama di negara-negara muslim. Kepopuleran kopi bisa jadi disebabkan oleh
dua hal yaitu karena membersihkan efek bugar kepada tubuh dan sebagai pengganti
minuman khamar atau alkohol yang memang dilarang oleh Islam.
Kepopuleran kopi pun turut
meningkatkan seiring dengan penyebaran agama Islam pada saat itu hingga
mencapai daerah Afrika Utara, Mediferania dan India. Kisah pengembaraan umat
muslim tidak terlepas dari kopi, kemampuan orang muslim menyebarkan agamanya,
kopi selalu dibawa. Sehingga pada abad ke-13 kopi sudah menyebar ke Afrika
Utara, negara-negara Mediterania dan India. Pada abad ke-14 dan 15, budaya
minuman kopi sudah menyebar di Turki, Mesir, Syiria, Persia.
Sampai
abad ke-16 seluruh produksi kopi masih dikuasai Arab. Namun pada masa ini,
belum ada budidaya tanaman kopi diluar daerah Arab karena bangsa Arab selalu
mengekspor biji kopi yang infertil ( tidak subur) dengan cara memasak dan
mengeringkannya terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan budidaya tanaman kopi
tidak memungkinkan. Barulah pada tahun 1600-an seorang peziarah India berhasil
membawa biji kopi Fertil keluar dari Makkah dan menumbuhkannya di berbagai
daerah di luar Arab.
Kopi
pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1969 dari jenis kopi Arabika. Kopi ini
masuk melalui Batavia (sekarang Jakarta) yang dibawa oleh komandan pasukan
Belanda Adrian Van Ommen dari
Malabar-India. Yang menggunakan tanah partikel kedaung. Sayangnya tanaman ini
kemudian mati semua oleh banjir, maka tahun 1699 didatangkan lagi ke
bibit-bibit baru. Yang kemudian berkembang disekitar Jakarta dan Jawa Barat
antara lain di Priangan, dan akhirnya menyebar keberbagai bagian dikepulauan
Indonesia seperti Sumatra, Bali, Sulawesi, dan Timor.
Kopi pun
kemudian menjadi komoditas dagangan yang sangat diandalkan oleh VOC. Tahun 1706
kopi Jawa diteliti oleh Belanda di
Amsterdam, yang kemudian tahun 1714
hasil penelitian tersebut oleh Belanda diperkenalkan dan ditanam di Jardin Des
Plantes oleh Raja Louis XIV.
Ekspor
kopi Indonesia pertama kali dilakukan pada tahun 1711 oleh VOC , dan dalam
kurun waktu 10 tahun meningkat sempai 60 ton/tahun. Hindia Belanda saat itu
menjadi perkebunan kopi pertama di luar Arab dan Ethiopia, yang menjadikan VOC
monopoli perdagangan kopi ini dari tahun 1725-1780. Kopi Jawa saat itu sangat
terkenal di Eropa, sehingga orang-orang Eropa menyebutkannya dengan “secangkir
Jawa”. Sampai pertengahan abad ke-19 kopi Jawa menjadi kopi terbaik di dunia.
Produksi
kopi di Jawa mengalami peningkatan yang cukup significant, tahun 1830-1834
produksi kopi Arabika mencapai 26.600 ton dan puncaknya tahun 1880-1884
mencapai 94.400 ton.
Selama 1 ¾
(satu – tiga perempat) abad kopi Arabika merupakan satu-satunya jenis kopi
komersial yang ditanam di Indonesia mengalami kemunduran hebat, dikarenakan
serangan penyakit karat daun ( Hemileia vastatrix) yang masuk ke Indonesia
sejak tahun 1876. Akibatnya kopi Arabika yang dapat bertahan hidup hanya yang
berada pada ketinggian 1000m ke atas dari permukaan laut, dimana serangan
penyakit ini tidak begitu hebat. Sisa-sisa tanaman kopi Arabika ini masih dijumpai di dataran tinggi
ijen (Jawa Timur), tanah tinggi Toraja
(Sulawesi ) seperti mandhailing, lintong dan sidikalang di Sumatra Utara dan dataran tinggi Gayo di
Nangroe Aceh Darussalam.
Untuk
mengatasi serangan hama karat daun kemudian pemerintah Belanda mendatangkan
kopi Liberika (Coffea Liberica) ke Indonesia pada tahun 1875. Namun ternyata
jenis ini pun juga mudah diserang penyakit karat daun dan kurang bisa diterima
di pasar karena rasanya yang terlalu asam. Sisa tanaman Liberica saat ini masih
dapat dijumpai di daerah Jambi, Jawa Tengah dan Kalimantan.
Usaha
selanjutnya dari pemerintah Belanda adalah dengan mendatangkan kopi jenis
Robusta (coffea canephora) tahun 1900. Yang ternyata terhadap penyakit karat
dan daun memerlukan syarat tumbuh serta pemeliharaan yang ringan, sedangkan
produksinya jauh lebih tinggi. Maka kopi Robusta menjadi cepat berkembang
menggantikan jenis Arabika khususnya di daerah-daerah dengan ketinggian di
bawah 1000 m dpl dan mulai menyebar keseluruh daerah baik di Jawa, Sumatra maupun
ke Indonesia bagian Timur.
Semenjak
pemerintah Hindu Belanda meninggalkan Indonesia, perkebunan rakyat terus tumbuh dan berkembang, sedangkan
perkebunan swasta hanya bertahan di Jawa Tengah, Jawa Timur dan sebagian kecil
di Sumatra; dan perkebunan Negara (PTPN) hanya tinggal di Jawa Timur dan Jawa
Tengah.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1. Manfaat Kopi
Manfaat kopi bagi kesehatan :
1.
Meningkatkan stamina kopi
memiliki kandungan zat kafein yang tinggi. Adenosin dalam tubuh bekerja sebagai
sel yang menyebabkan rasa ingin tidur terhadap otak. Kafein dalam kopi
mempengaruhi kinerja sel dan menjadikan pergerakannya lebih lambat. Sehingga membuat
perasaan segar lebih lama.
2.
Mencegah kanker Antioksidan
pada kopi membantu menekan resiko gejala kanker pada tubuh. Penelitian di
Jepang pada sejumlah wanita yang mengonsumsi kopi 2 kali sehari, resiko
terjadinya kanker usus besar menurun sebesar 25 %.
3.
Kopi menjaga kesehatan mulut
kopi memiliki sifat anti bakteri yang baik bagi kebersihan mulut. Hal ini dapat
membantu penyembuhan gigi berlubang, plak dan infeksi gusi. Tentu saja
berpeluang besar untuk menekan resiko kanker mulut.
4.
Megurangi resiko diabetes penghambatan
penyerapan gula dapat dilakukan dengan mengkonsumsi kopi. Kandungan zat asam
klorogenat membantu kinerja hal ini pada peningkatan pembentukan insulin. Para
ahli telah membuktikan penyakit diabetes yang terjadi pada seseorang. Dapat
diturunkan sebesar 50% berkat manfaat kopi.
5.
Meningkatkan mood banyak
orang yang secara tidak sadar lebih
bergairah dan ceria ketika minum kopi. Kopi memang merupakan minuman salah satu
yang dapat meningkatkan mood seseorang, tidak hanya itu ia juga dapat
memberikan efek korelasi pada kebahagiaan.
3.2. Manfaat Kopi Bagi
Kecantikan
1.
Kopi untuk masker wajah manfaat
kopi banyak digunakan untuk pembuatan masker wajah pada salon-salon kecantikan.
Kegunaannya menjadikan kulit kencang dan mengangkat sel kulit mati. Kopi dapat
digunakan sebagai krim anti mikroba untuk pembersihan wajah.
2.
Perawatan kulit kepala menurut
penelitian kandungan kafein pada kopi menjadikannya sebagai anti kerontokan.
Antioksidan disini yang berperan aktif untuk menjaga kulit kepala.
3.
Menyegarkan kulit tubuh manfaat
kopi memaksimalkan pelepasan sel-sel kulit mati yang berdampak pada peremajaan
kulit, sehingga kulit tampak selalu sehat dan bercahaya. Cukup gunakan scrub
berbahan kopi untuk perawatan kulit secara teratur.
4.
Kegunaan kopi untuk pedicure
dan manicure Aromaterapik bubuk kopi membantu membersihkan siku hitam dan tumit
kaki yang retak.
3.3. Macam-macam Kopi
Jenis kopi yang paling populer
adalah Arabika. Para penikmat kopi menghargai jenis kopi arabika lebih
dibandingkan jenis kopi lainnya. Faktor penentu mutu kopi selain jenisnya
antara lain habitat tumbuh, tehnik budidaya, penanganan pasca panen dan pengelolaan
biji.
Jenis kopi yang ada di bumi ini
sangat banyak ragamnya. Namun hanya empat jenis kopi yang dibudidayakan dan diperdagangkan
secara massal. Sebagian hanya dikoleksi pusat-pusat penelitian dan di tanam
secara terbatas. Sebagian lagi masih tumbuh liar di dalam.
Empat jenis yang banyak
dibudidayakan adalah jenis kopi arabika, robusta, liberita, dan excelsa sekitar
70% jenis kopi yang beredar di pasar dunia adalah kopi arabika. Disusul jenis
kopi robusta menguasai 28 % sisanya adalah kopi liberitka dan excelsa.
1.
Kopi Arabika (coffea arabica)
Kopi
arabika (coffea arabica) merupakan jenis-jenis kopi ini disarankan untuk ditanam
diketinggian 1000-2100 meter. Namun masih bisa tumbuh baik pada ketinggian 800
meter dpl. Bila ditanam di dataran yang lebih rendah, jenis kopi ini sangat rentan
terhadap penyakit Hv.
Arabika
akan tumbuh optimal pada kisaran suhu 16-300 C. untuk mendapatkan
hasil panen yang baik, kopi arabika membutuhkan bulan kering sekitar 3 bulan
/tahun. Arabika mulai dipanen setelah berumur 4 tahun. Dengan produktivitas
rata-rata sekitar 350-400 kg/ha/tahun. Namun bila dipelihara secara intensif
bisa menghasilkan hingga 1500-2000 kg/ha/tahun,
Apabila
telah matang, buah arabika berwarna merah terang. Buah yang telah matang mudah
sekali rontok, jadi dibiarkan buah tersebut akan menyerap bau-bauan yang ada di
tanah sehingga mutunya turun. Arabika sebaiknya dipanen sebelum buah rontok ke
tanah. Rendemon atau prosentase antara buah yang panen dengan biji kopi (green
bean) yang dihasilkan sekitar 18-20 % .
Para
petani kopi arabika biasa mengolah buah kopi dengan proses basah. Meski
memerlukan biaya dan waktu lebih lama, tapi mutu biji kopi yang dihasilkan jauh
lebih baik.
2.
Kopi Robusta (kopi canephora)
Kopi
robusta (kopi canephora) lebih toleran terhadap ketinggian lahan budidaya.
Jenis kopi ini tumbuh baik pada ketinggian 400-800 m dpl dengan suhu 21-240
C. Budidaya jenis kopi ini sangat cocok dilakukan di dataran Hv. Dahulu
setelah ada serangan penyakit Hv yang masif. Pemerintah kolonial mereplanting
tanaman kopi arabika dengan kopi robusta.
Jenis kopi
robusta lebih cepat berbunga dibandingkan arabika. Dalam waktu sekitar 2,5 tahun robusta sudah mulai bisa dipanen
meskipun hasilnya belum optimal. Produktivitas robusta secara rata-rata lebih
tinggi dibandingkan arabika yakni sekitar 900-1.300 kg/ha/tahun. Dengan
pemeliharaan intensif produktivitasnya bisa ditingkatkan hingga 2000
kg/ha/tahun.
Untuk
berubah dengan baik, jenis kopi robusta memerlukan waktu panas selama 3-4 bulan
dalam setahun dengan beberapa kali hujan. Buah robusta bentuknya menempel kuat
ditangkainya meski sudah matang. Rendemen kopi robusta cukup tinggi 22 %.
Para
penggemar kopi menghargai robusta lebih rendah dari arabika karena harganya
yang murah, para petani seringkali mengolah biji kopi robusta dengan proses
kering yang lebih rendah biaya.
3.
Kopi liberika (coffea liberica)
Kopi
liberika (coffea liberica) bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah dimana
robusta dan arabika tidak bisa tumbuh. Jenis kopi ini paling tahan pada
penyakit HIV dibandingkan jenis lainnya. Mungkin inilah yang menjadi keunggulan
kopi liberika. Ukuran daun, percabangan dan tinggi pohon jenis kopi liberika
lebih besar dari arabika dan robusta.
Kopi
liberika mutunya dianggap lebih rendah dari robusta dan arabika. Ukuran buahnya
tidak merata, ada yang besar ada yang kecil bercampur dalam satu dompol. Selain
itu rendemen kopi liberika juga sangat rendah yakni sekitar 12 %. Hal ini yang
membuat para petani malas menanam jenis kopi ini. Produktivitas jenis kopi
liberika ada pada kisaran 400-500 kg/ha/tahun. Liberika dapat berbunga
sepanjang tahun dan cabang primernya dapat bertahan lebih lama. Dalam satu buku
bisa berbunga lebih dari satu kali. Di Indonesia, jenis ini ditanam di daerah
Jawa dan Lampung.
4.
Kopi excelsa (coffea excelsa)
Kopi
excelsa (coffea excelsa) merupakan salah satu jenis kopi yang paling toleran
terhadap ketinggian lahan. Kopi ini bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah
mulai 0-75 meter dpl. Selain itu, Kopi excelsa juga tahan terhadap suhu tinggi
dan kekeringan.
Pohon kopi
excelsa bisa menjulang sehingga 20 meter. Bentuk daunnya besar dan lebar dengan
warna hijau ke abu-abuan. Kulit buahnya lembut, bisa dikupas dengan mudah oleh
tangan. Kopi excelsa memeiliki produktivitas rata-rata 800-1.200 kg/ha/tahun.
Kelebihan lain jenis kopi excelsa ditemukan secara terbatas di daerah Tanjung
Jabung Barat, Jambi.
3.4. Cara Memperbanyak Tanaman Kopi
Perbanyakan tanaman kopi dengan
cara stek perbanyakan tanaman kopi dilakukan dilahan pembibitan seluas 1 ha,
pelaksanaan perbanyakan tanaman kopi ini dilakukan dengan cara stek sambung,
dimana langkah awal adalah mempersiapkan bahan tanaman yaitu batang bawah dan
batang atas selain itu peralatan yang disiapkan adalah pisau sebagai pemotong
batang juga harus tersedia.
Stek batang bawah ditanam
terlebih dahulu selama kurang lebih 2-3 bulan, setelah tumbuh akar pada batang
bawah maka dipersiapkan bahan tanaman batang atas.
Sambung merupakan cara
memperbanyak tanaman kopi dengan menyatukan antara batang atas dan batang
bawah, setelah bahan stek sudah siap untuk selanjutnya disambung. Penyambungan
dilakukan oleh kurang lebih 25 pekerja untuk mempercepat proses penyambungan.
Setelah selesai penyambungan hasil sambungan ditanam pada media tanah yang
telah diletakan pada polyboag, hasil proses penyambungan kurang lebih sebanyak
101.300 bibit untuk siap ditanam dilahan kebun kopi.
3.5. Cara Budidaya Tanaman Kopi
1. Persiapan Lahan
a.
Untuk tanah
Pegunungan /miring buat teras
b.
Kurang atau tambah pohon
pelindung yang cepat tumbuh kira-kira 1:4 hingga 1:8 dari jumlah tanaman kopi.
c.
Siapkan pupuk kandang matang
sebanyak 25-50 kg, sebarkan Natural Glio, diamkan satu minggu dan buat lobang
tanam 60 x 60, atau 75x75 cm dengan jarak tanam 2,5 x 2,5 hingga 2,75 x 2,75 m
minimal 2 bulan sebelum tanam.
2. Pembibitan
a.
Siapkan biji yang berkualitas
dari pohon yang telah diketahui produksinya dari penagkar benih terpercaya.
b.
Buat kotak atau bumbunan tanah
untuk persemaian dengan tebal lapisan pasir sekitar 5 cm,
c.
Buat pelindung dengan pelepah
atau paranet dengan pengurangan bertahap jika bibit telah tumbuh.
d.
Siram bibitan dengan rutin
dengan melihat kebahasan tanah.
e.
Bibit akan berkecambah kurang
lebih 1 bulan, pilih bibit yang sehat dan lakukan pemindahan ke poligbag dengan
hati-hati agar akar tidak putus pada umur bibit 2-3 bulan sejak awal
pembibitan.
f.
Tambahkan pupuk NPK sebagai
pupuk dasar hingga umur 12 bulan.
g.
Siramkan SUPERNASA dosis 1
sendok makan per 10 liter air, ambil 250
ml perpohon dari larutan tersebut.
h.
Setelah bibit umur 4 bulan
semprotkan 2 tutup POC NASA pertengki sebulan sekali hingga umur bibit 7-9
bulan dan siap tanam.
3. Penanaman
a.
Masukan pupuk kandang dengan
campuran tanah bagian atas saat penanaman bibit.
b.
Usahakan saat tanam sudah
memasuki musim hujan.
c.
Lakukan penyiraman tanah
setelah tanam.
d.
Hindarkan resiko kematian
tanaman baru dari gangguan ternak.
4. Penyuluhan
Lakukan
penyuluhan segera jika tanaman mati atau gejala pertumbuhannya tidak normal.
Penyulaman dilakukan awal musim hujan.
5. Penyulaman
Lakukan penyulaman jika tanah kering atau musim
kemarau
6. Pemupukan
·
Pemupukan NPK diberikan dua
kali setahun yaitu awal dan akhir musim hujan.
·
Setelah pemupukan sebaiknya
disiram, cara pemupukan dibuat lubang kecil mengelilingi tanaman sejauh ¾ lebar
tajuk, pupuk dimasukan dan ditutup tanh. Akan lebih baik ditambah pupuk
organik. SUPERNASA dosis 1 botol untuk
200
tanaman. 1 botol SUPERNASA di encerkan dalam 2 liter (2000 ml) air
dijadikan larutan induk, kemudian setiap 1liter air diberi 10 ml larutan
induk tadi untuk penyiraman setiap
pohon atau siram kocorkan SUPERNASA 1
sendok makan per 10 liter air setiap 3-6 bulan sekali. Apabila tanaman sudah
berproduksi tambahan pupuk khusus. Pemuahan, yaitu POWER NUTRITION
POWER NUTRITION adalah pupuk organik yang
diformulasikan secara khusus untuk merangsang mengoptimalkan pertumbuhan dan
meningkatkan produksi buah pada tanaman kopi. POWER NUTRITION dibuat dari
beragam bahan alami yang mengandung unsur hara esensial yang sangat dibutuhkan
tanaman untuk meningkatkan pembuahan. Pemberian POWER NUTRITION bisa
dicampurkan dengan pemupukan SUPERNASA untuk pemeliharaan semprotkan POC NASA
3-4 tutup + HORMONIK 1-2 tutup per tangki setiap 1 bulan sekali.
7. Pemangkasan
Lakukan
pemangkasan rutin setelah berakhirnya masa panen (pangkas berat) untuk mengatur
bentuk pertumbuhan, mengurangi cabang tunas air (wiwilan), mengurangi penguapan
bertujuan agar terbentuk bunga, serta perbaikan bagian pada tanaman yang rusak.
Pemangkasan pada awal atau akhir musim hujan setelah pemupukan.
3.6. Cara Pengendalian Hama Dan Penyakit Yang Menyerang Kopi
1. Hama
Menurut Puslitkoka (2006), hama utama pada
tanaman kopi adalah:
a)
Namatode parasit yaitu
pratylenchus coffea dan radopholus smilis. Pengendalian disarankan menggunakan
metode kimiawi seperti karbofuran (curater 3 G) ataupun tanaman tahan, seperti
klon Bp 96.1.
b)
Hama penggerak buah kopi, yaitu
Hypothenemus hampei. Untuk mengendalikan disarankan melakukan pengaturan
naungan agar pertanaman tidak terlalu gelap, atau penggunaan parasitoid
Cephalanomia Stephanoderis ataupun menggunakan tanaman yangmasak serentak
seperti USDA 762 untuk arabika dan Bp 409.
c)
Kutu dompolan atau kutu putih planicoccus atri, yang disarankan dikendalikan
dengan pengaturan naungan, maupun cara kimia dengan insectisida propoksur
(poxindo 50 wp).
d)
Kutu hijau (coccus viridis)
atau kutu coklat (saesetia coffea), pengendalian yang disrankan dengan pemeliharaan
dan pemupukan yang berimbang atau cara kimia menggunakan tepung sividol atau
karbaril maupun penyemprotan insektisida (Anthia 33on EC).
e)
Penggerak cabang
Xylosandrus SPP. Yang dikendalikan
memotong cabang terserang, pemangkasan, dan membakar ranting-rantingnya.]
f)
Penggerak batang merah Zeuzera
coffea, disarankan dikendalikan dengan memotong batang terserang maupun cara
kimia dan biologis lainnya.
2. Penyakit
Rendahnya produksi
nasional kopi arabika tidak terlepas dari terbatasnya lahan yang sesuai untuk
penanamannya, yaitu berupa persyaratan ketinggian tempat penanaman di atas 1000
m di atas permukaan laut. Pada tanah tinggi tersebut selain aroma kopi arabika
lebih baik, serangan jamur penyebab penyakit karat daun, Hemileia Vastatrix B.
et Br. juga akan terhambat. Sementara
itu lahan yang masih tersedia sebagian besar terletak pada lahan ketinggian
menengah (700 – 900 m), yaitu suatu area yang selama ini telah banyak ditanami
kopi robusta. Jadi salah satu cara menghindari penyakit karat daun pada kopi
arabika adalah dengan menanam pada lahan dengan ketinggian yang cukup, yaitu
diatas 1000 m dpl.
Menurut
Puslitkoka (2006), penyakit utama pada tanaman kopi adalah:
a)
Karet daun, dikendalikan dengan
menanam, tanaman tahan (misal S 795) serta pemangkasan dan pemupukan agar
tanaman cukup kuat dan bugar serta menggunakan cara kimiawi dengan fungsida
kontak (misal Cupravit OB 21. dll).
b)
Bercak daun, dikendalikan
dengan pemberian naungan yang cukup tapi pertanaman tidak lembab serta cara
kimiawi dengan penyemprotan Bavistin so wp, dll.
c)
Jamur upas dikendalikan dengan
memotong batang dan dibakar potongan-potongan tersebut ataupun dengan pemberian
fungsida Calixin Rp. dll.
d)
Busuk buah daun busuk cabang,
dikendalikan dengan memetik buah terserang dan buah tersebut dibakar atau di
pendam ataupun dengan cara kimiawi dengan pemberian fungsida Delsene Mx 200
atau sejenisnya,
e)
Jamur akar coklat, dikendalikan
dengan pengaturan naungan agar cukup sinar matahari ataupun menyemprot pembibitan
dengan Delsene MX 200.
BAB IV
PENUTUP
4.1.
Kesimpulan
Tanaman kopi merupakan komoditi
ekspor yang cukup mempunyai nilai ekonomis yang relative tinggi dipasaran
dunia, disamping itu tanaman kopi ini adalah salah satu komoditas unggulan yang
dikembangkan di Jawa Barat. Namun disamping itu dalam budidaya tanaman kopi
terdapat kendala dalam hama penyakit yang dapat menyerang diantaranya hama
bubuk buah kopi, hama penggerak cabang, kutu dompolan, nematoda akar, penyakit
karat daun, penyakit jamur upas, penyakit akar hitam, penyakit bercak coklat
dan lain-lain.
4.2.
Saran
Harapan penulis semoga karya
tulis ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca,
sehingga penulis dapat memperbaiki bentuk maupun isi karya tulis ini sehingga
kedepannya lebih baik.
Karya tulis ini penulis akui
masih banyak kekurangan karena pengalaman yang penulis miliki sangat kurang.
Oleh karena itu penulis harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan karya tulis ini.
4.3.
Penutup
Alhamdulillahirobbil alamin penulis panjatkan puji
syukur kehadirat Allah Swt karena pada akhirnya karya tulis ini dapat terselesaikan. Penulis menyadari bahwa karya
tulis ini masih banyak kekurangan, oleh karena itu kritik dan syarat yang
bersifat membangun sangat penulis harapkan sehingga dapat menambah pengetahuan
baru bagi penulis guna untuk perbaikan penulisan dimasa mendatang
Dengan selesainya karya tulis ini, penulis
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut serta dalam penyusunan
karya tulis ini.
Akhirnya, penulis beraharap semoga pemikiran dan
pembahasan dalam karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua, amin.
DAFTAR PUSTAKA
·
Departemen Agama RI, 2010. Al qur’an dan Terjemahnya,.Bandung:
Di Ponogoro
·
Ali Muhamad. 1971. Kamus Besar
Indonesia. Jakarta: Pustaka Amani
·
M. moeliono, Anton 1989, kamus Besar Bahasa Indonesia,
Jakarta: Balai Pustaka
·
Rohardjo, Pudji.2012. Kopi
Panduan Budidaya dan Pengelolaan Kopi Arabika dan Robusta. Jakarta: Penebar
Sewadaya.
·
Nadiyati S dan Danarti. 1997. Budidaya
Kopi dan Pengelolahan Pasca Panen. Jakarta: Penebar Sewadaya.
·
Penggabean, Edy. 2011. Mengeruk
Untung Dari Bisnis Kopi Luwak. Jakarta: Agromedia Pustaka.
·
Penggabean, Edy. 2011. Buku
Pintar Kopi. Jakarta: Agromedia Pustaka.
·
Ria, J.H., dan Djumidi. 2000
Inventaris Tanaman Obat Indonesia (1) jilid 1. Jakarta: Departemen Kesehatan
dan Kesejahtraan sosial Republik Indonesia Badan Penelitian dan Pengembangan
kesehatan.
·
Haryono, B dan Kurniati, D.
2013. Seri Tanaman Baku Industri Kopi. Jakarta: Trisula Adisakti.
·
http://bercocok
–tanam-kopi.blogspot.com/2012/08/bab-04penanaman-kopi.html (diakses 30 Oktober
2017)
·
http://manfaat
.co.id/manfaat-kopi
LAMPIRAN
LAMPIRAN
·
OPT :adalah semua organisasi yang dapat merusak,
mengganggu kehidupan, atau pun menyebabkan
kematian pada tanaman.
·
Enrekang : adalah salah satu daerah
tingkat II di Provinsi Sulawesi
Selatan, Indonesia
·
Produktivitas : merupakan suatu ukuran yang
menyatakan bagaimana
baiknya sumber daya diatur dan di manfaatkan
untuk mencapai hasil yang optimal
·
Komoditas : adalah suatu benda yang
relatif mudah diperdagangkan,
dapat diserahkan secara fisik, dapat disimpan
untuk suatu jangka waktu tertentu dan dapat dipertukarkan dengan produk lainnya
dengan jenis yang sama
·
Adenosine : adalah anti arrhythmic yang
bekerja dengan cara
memperlambat detak jantung, dan menormalkan irama
jantung
·
Kofein : adalah alkaloid yang
terdapat dalam biji kopi
·
Zat asam
kloroganet: adalah senyawa golongan yang terbesar luas diberbagai
bagian dari banyak tumbuhan dan biasanya
terdapat dalam jumlah yang mudah dilacak
·
Anti mikroba : adalah bahan-bahan atau obat-obat
yang digunakan
untuk memberantas / membasmi infeksi mikroba
·
Intensif : adalah secara
sungguh-sungguh dan terus menerus
dalam mengerjakan sesuatu sehingga memperoleh
yang optimal
·
Puslitkoka : adalah lembaga non profit
yang memperbolehkan
mandat untuk melakukan penelitian dan
pengembangan komoditas kopi dan kakao
secara nasional, sesuai dengan keputusan mentri pertanian Republik
Indonesia
·
SUPERNASA : adalah satu produk pupuk organik
padat dari PT.
Natural Nusantara (NASA)
SUSUNAN
PANITIA DAN PEMBIMBING
STUDY TOUR dan
ZIARAH MA NUURUL HAQ RUMBIA
LAMPUNG TENGAH
Di PULAU JAWA
T P. 2016/2017
Penasehat : Drs. KH. Wajito
Penanggung Jawab : Hi. Sriyono, S.Pd.I
Ketua Panitia : Kyi Azi Ali Tasya
Sekretaris : Lukmanul Hakim
Bendahara : Hj Siti Asrofah,
S.Pd.I
Imam Jama’ah :
1.
Drs KH. Wajito
2.
Kyai Mahfud Ali Shodik
3.
Kyai Azi Ali Tasya
4.
H. Edi Sujantoro
Seksi-seksi :
Koordinator : Andi Susilo
H. Edi Sujantoro
1.
Seksi Keamanan :
Panitia Dan Seluruh Dewan Guru
2.
Seksi Dokumentasi :
3.
Seksi P3K :
Lukmanul Hakim
Pembimbing (IPS)
: 1. Hengki Septrian Sari, S.Pd
(MIPA) 2. Tugiyah, S.Pd
Pandamping :
1. Andi Susilo,
S.Pd (085789479099)
2.
Lukmanul Hakim (085840643534)
DAFTAR
NAMA PESERTA DAN PENDAMPING
PULAU
JAWA TP.2016/2017
KELOMPOK
NO
|
NAMA SISWA
|
KLS
|
Prog
|
NONOR HP
|
PENDAMPING
|
PEMBIMBING
|
1
|
ADI YUSWANTO
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
2
|
ANTON WIJAYA
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
3
|
DEWI
NURHIDAYATI
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
4
|
ELA RIYANI
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
5
|
ENI RIANTI
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
6
|
EVI DAYANTI
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
7
|
ILHAM
FEBRIYANTO
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
8
|
KASIH
SETIANINGSIH
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
9
|
KHOIRIAH
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
10
|
LILIS
KURNIAWATI
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
11
|
LUKITO
SAPUTRO
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
13
|
MISNO
SAPUTRA
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
14
|
MUHAMAD
KHOSIM
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
15
|
NUR ENDANG
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
16
|
NUR HASIM
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
17
|
RAHMAT
WASKITO
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
18
|
SITI AMINAH
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
19
|
TRI TANIATI
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
20
|
TRI WAHYUNI
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
21
|
WAHYU
SETIAWAN
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
22
|
WAHYU WIDODO
|
XI
|
A
|
Tugiyah,
S.Pd
|
||
23
|
ABDUL HAMID
|
XI
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
24
|
AGUS ARIANTO
|
XI
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
25
|
AHMAD
SAEFUDIN
|
XI
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
26
|
ANJAS
APRELIA KHAFIFI
|
XI
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
27
|
BAYU ROMADON
|
XI
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
28
|
BUDI MANSAH
|
XI
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
29
|
DWI ELI
SUSANTI
|
XI
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
30
|
DEWI
LUSIYANTI
|
XI
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
31
|
EPI SULEPI
|
XI
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
32
|
HADI SUPAJAR
|
XI
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
33
|
NIAWATI
|
XI
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
34
|
NI'MA
KHUSNATUN NISA'
|
XI
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
35
|
RISKI
FEBRUDIN
|
XI
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
36
|
SAYYIDATUL
MAHFIROH
|
XI
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
37
|
TRIYANI
|
XI
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
38
|
IRFAN
|
XI
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
39
|
Heri
Febrianto
|
XI
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
40
|
AHMAD
NURSHODIK
|
XII
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
41
|
JONI PRANATA
|
XII
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
42
|
PRENDI
|
XII
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
43
|
TRIA WAHYUNI
|
X
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
44
|
ASFA RINGGA
|
X
|
S
|
Hengki S.S, S.Pd
|
||
45
|
RIKI
KURNIAWAN
|
X
|
A
|
Hengki S.S, S.Pd
|
Itulah data dari peserta karya wisata ziarah
walisongo atau study tour Lampung – Pulau Jawa
MADRASAH ALIYAH NUURUL HAQ
BINAKARYA PUTRA NO. 347 KECAMATAN
RUMBIA
KABUPATEN LAMPUNG TENGAH
KARTU
KONSULTASI BIMBINGAN KARYA ILMIYAH
NAMA : DEWI
NURHIDAYATI
NIS : 165 /0007836868
KELAS /
PS : XII/MIPA
TP : 2017-2018
NO
|
HARI/TANGGAL
|
KOREKSI/PERBAIKAN
|
TANDA TANGAN
|
Pembimbing
ASMWATI, S.Pd
YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM (YPI)
MADRASAH ALIYAH NUURUL HAQ
BINAKARYA PUTRA NO. 347 KECAMATAN RUMBIA
Alamat Komplek
Masjid Jami’atul Muslimin BK. Putra Kec. Rumbia Kode Post 34157
KARTU KONSULTASI
PENGUJIAN KARYA ILMIYAH
NAMA : DEWI
NURHIDAYATI
NIS : 165 /0007836868
KELAS /
PS : XII/MIPA
TP : 2017-2018
NO
|
HARI/TANGGAL
|
KOREKSI/PERBAIKAN
|
TANDA TANGAN
|
Penguji
ROMI NUGROHO NOTO S., S.Si
DAFTAR GAMBAR
1.
Pohon Tanaman Kopi


2.
Gambar Kopi Luar dan Dalam
Gambar Kopi Luar dan Dalam 

3.
Olahan Biji Kopi (Masker Wajah)
Olahan Biji Kopi (Masker Wajah) 

Tidak ada komentar:
Posting Komentar